Selasa, 01 Agustus 2017

Tips Cara Terapi Musik Untuk Ibu Hamil

Musik telah terbukti bisa memberi pengaruh bagi kehidupan insan , terutama kesehatan. Oleh alasannya itu musik telah banyak digunakan sebagai alat bantu terapi kesehatan , termasuk kesehatan ibu hamil  dan janinnya. Berdasarkan beberapa penelitian para andal dari aneka macam potongan dunia , penerapan terapi musik sangat banyak menawarkan manfaat bagi ibu hamil dan janinnya.


Beberapa manfaat faktual dari penerapan terapi musik kepada ibu hamil , di antaranya yaitu bisa menawarkan rasa rileks dan ketenangan , membantu mengatasi problem tidur , menurunkan tekanan darah , bisa menawarkan efek menenangkan pada janin , meningkatkan korelasi emosional ibu dan janin , menawarkan stimulus pada janin , merangsang pertumbuhan janin selama dalam kandungan terutama perkembangan otak  janin dan lain sebagainya.

Karena manfaat tersebutlah , banyak para andal atau dokter kandungan menyarankan para ibu hamil melaksanakan terapi musik secara rutin selama masa kehamilannya. Lalu bagaimana caranya? Berikut akan diberikan beberapa cara terapi musik untuk ibu hamil :

1.    Sang ibu mendengarkan sendiri secara langsung
Dalam melaksanakan terapi  musik , ibu hamil bisa mendengarkan musik secara eksklusif dan sendirian dengan menggunakan headset atau speaker kecil di suatu ruang yang damai dan nyaman dalam mendengarkan musik. Di sini ibu hamil hamil sebaiknya dalam posisi terbaring atau duduk menyender dengan rileks sambil mendengarkan musik. Lakukan terapi musik ini selama sekitar 30 menit setiap harinya.

2.    Sang ibu mendekatkan atau menempelkan headset ke bab perutnya
Tahap ini bisa dilakukan secara bergantian dengan sang ibu. Sehabis ibu mendengarkan sendiri musik di telinganya , pindahkan headset dan tempelkan ke bab perut dengan maksud biar janin ikut mendengarkan bunyi musik secara fokus. Bila janin sudha berumur lebih dari 5-6 bulan , biasanya ada sedikit pergerakan dari dalam perut sebagai respon faktual dari janin. Lakukan lah secara telaten dan rutin selama 30 menit setiap harinya.

3.    Menghindari musik jenis keras atau berat
Musik yang digunakan untuk terapi  musik pada ibu hamil tentu saja tidak boleh sembarang musik. Musik keras ibarat genre rock/metal dan hip hop tentu sangat tidak disarankan dalam terapi ini , tetapi bukan bukan berarti tidak dibolehkan. Hanya saja lebih disarankan memilih musik klasik yang bernuansa lembut , ibarat bethoven atau mozart atau yang lainnya. Pemilihan musik ini bisa divariasikan dengan mendengarkan murattal atau nasyid bagi ibu hamil yang muslim.     

4.    Mengatur volume secara sesuai
Mendengarkan volume yang terlalu keras tentu sangat tidak baik bagi pendengaran , terutama pendengaran sang ibu hamil yang rata-rata bertambah peka dan juga janinnya. Untuk itu , atur volume bunyi musik yang sedang saja demi kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Itulah beberapa tips perihal cara terapi musik untuk ibu hamil dalam artikel ini. Selamat menerapkannya ya ladies!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar