Ilmu agama teramat penting untuk terus dicari , dipelajari , dipahami dan diterapkan serta disebarkan. Dan tata cara pengurusan mayat menurut sunnah ialah wajib untuk diketahui karena bisa dibayangkan ada mayat ibu hamil di sebuah kampung namun tidak satu pun di antara masyarakat yang tahu cara memandikannya , menyolatinya dan menguburkannya.
Doa untuk mayat ibu hamil juga perlu diketahui semoga pengurusan lebih sempurna. Benar adanya kita sering mengikuti pemakaman salah satu anggota masyarakat yang wafat , namun kebanyakan yang mengetahui tata cara mayat dikebumikan ialah orang-orang yang sepuh atau bau tanah sehingga kita yang masih muda perlu mengetahuinya untuk kepentingan masyarakat akan pelaksanaan fardlu kifayah ini.
Cara Memandikan Jenazah Ibu Hamil
Bagi orang setiap mukmin dan masyarakat mengurus mayat mulai dari memandikan hingga dikuburkan merupakah hukum fardhu kifayah yang artinya apabila ada seseorang yang bisa mengurusi mayat hingga selesai maka gugurlah kewajiban mukmin yang lain terutama yang berada satu kampung. Namun bila tidak ada yang menuntaskan memandikan mayat , mensholati dan menguburkannya maka dosa keseluruhan bagi masyarakat di kampung itu.
Siapakah yang memandikan mayat ibu hamil ? maka paling baik ialah keluarga dari si mayit apabila mereka tahu tata cara memandikan dan sangat baik apabila dari pihak perempuan semisal saudara perempuan , bibi si mayit , anak perempuan si mayit dan lainnya.
Persiapakanlah semua perlengkapan untuk memandikan mayat wanita hamil yaitu :
1. Ranjang tidur yang muat dari besar tubuh jenazah.
2. Air suci yang mensucikan kira-kira 7-10 baskom besar.
3. Gayung 5-7 buah.
4. Ember khusus yang digunakan mewudlukan jenazah.
5. Kain , terpal atau sejenis untuk menutupi kawasan pemandian air jenazah.
6. Sarung tangan yang halus
7. Sabun mandi dan sampo.
8. Kapur barus yang sudah terlarut dengan air.
9. Minyak wangi dan pengusir amis busuk.
10 Air memandikan mayat lebih baik diberikan daun bidara.
11. Alat pembersih kuku mayat semisal cutik gigi.
Gunakan kapas halus untuk membersihkan beberapa adegan tubuh mayat yaitu hidung , mata , bibir dan telinga. Kapas dapat dipakai menutupi adegan tubuh mayat yang mengeluarkan darah atau cairan lainnya semisal lubang pendengaran dan hidung.
Berikut tahapan proses memandikan mayat ibu hamil yang benar menurut Islam yaitu :
1. Taruh mayat ibu hamil pada kawasan tinggi sehingga air mudah mengalir ketika disiramkan ke tubuhnya.
2. Lepas perlahan dan lembu pakaian mayit kemudian tutup dengan kain sehingga aurat tertutupi.
3. Gunakan sarung tangan.
4. Salah seorang yang memandikannya melemaskan persendian mayat itu , jikalau kuku-kuku mayit panjang segera potong dengan hati-hati.
5. Jika ditemukan bulu di ketiak lebih baik Anda memotongnya , sedangkan bulu pada alat reproduksi jangan dipotong disebabkan adegan itu ialah aurat besar.
6. Angkat kepala mayat hingga hingga sedikit tegak dengan posisi duduk , dan perut ibu hamil jangan diurut cukup dibersihkan dan disiram saja.
7. Pakaikanlah lipatan kain di tangan mayat dan juga gunakan sarung tangan dalam membersihkan tubuh mayat (terutama dalam pembersihan qubul dan dubur mayit) dan jangan melihat atau menyentuh auratnya secara langsung.
8. Kemudian Anda teruskan cara memandikan mayat ibu hamil dengan mewudhukan mayit itu sama dengan wudhu shalat. Bacakan niat wudlu untuk perempuan. Ingat Anda tidak harus membersihkan lisan dan hidung mayat dengan memasukkan air padanya. Gunakan saja jari terbungkus kain yang dibasahi untuk menyeka adegan bibir dan gosok gigi dan kedua lubang hidung jenazah.
9. Membasuh seluruh tubuh si mayat ibu hamil dari tengkuk hingga asisten dan pundak kanan mayat , lanjutkan dengan membasuh bagian dada adegan kanan , dilanjutkan adegan kanan tubuh , dilajutkan ke paha , betis hingga dengan telapak kaki kanan. Beberapa basuhan dicampurkan daun bidara dan sabun atau sampo semoga benar-benar bersih. Dan balik tubuh mayat ibu hamil miring ke kiri , dan basuhlah bagian punggung kanan. Dan dilanjutkan cara yang sama untuk adegan kiri anggota tubuh mayat , dan dimiringkan ke kanan dan dibasuhlah bagian punggung kiri.
10. Kemudian dikembalikan keposisi semula untuk menyirap adegan kiri. Urutannya sama menyerupai memnyiram adegan kanan.
11. siramlah mayat secara berulang hingga merata dan bersih dengan jumlah yng ganjil. Saat menyirami tubuh mayat tutupi lubang-lubang tubuh mayit semoga tidak kemasukan air.
12. Siramkanlah larutan kapur barus atau bisa juga dengan cendana yang wangi.
13. Keringkan rambut mayat dengan handuk kemudian diikat kelabang tiga , 1 sebelah kiri , 1 sebelah kanan , dan satu pada ubun-ubun , dan ketiga-tiga ikatan kelabang ini dilepas ke belakang.
14. Sesudah Anda memandikan mayat ibu hamil maka kering badannya dengan kain semisal handuk.
Catatan penting : Setiap orang yang sudah mengerjakan cara memandikan mayat ibu hamil tidak diperbolehkan membuka atau membuatkan diam-diam atau malu mayit yang dapat merugikannya.
1. Taruh mayat ibu hamil pada kawasan tinggi sehingga air mudah mengalir ketika disiramkan ke tubuhnya.
2. Lepas perlahan dan lembu pakaian mayit kemudian tutup dengan kain sehingga aurat tertutupi.
3. Gunakan sarung tangan.
4. Salah seorang yang memandikannya melemaskan persendian mayat itu , jikalau kuku-kuku mayit panjang segera potong dengan hati-hati.
5. Jika ditemukan bulu di ketiak lebih baik Anda memotongnya , sedangkan bulu pada alat reproduksi jangan dipotong disebabkan adegan itu ialah aurat besar.
6. Angkat kepala mayat hingga hingga sedikit tegak dengan posisi duduk , dan perut ibu hamil jangan diurut cukup dibersihkan dan disiram saja.
7. Pakaikanlah lipatan kain di tangan mayat dan juga gunakan sarung tangan dalam membersihkan tubuh mayat (terutama dalam pembersihan qubul dan dubur mayit) dan jangan melihat atau menyentuh auratnya secara langsung.
8. Kemudian Anda teruskan cara memandikan mayat ibu hamil dengan mewudhukan mayit itu sama dengan wudhu shalat. Bacakan niat wudlu untuk perempuan. Ingat Anda tidak harus membersihkan lisan dan hidung mayat dengan memasukkan air padanya. Gunakan saja jari terbungkus kain yang dibasahi untuk menyeka adegan bibir dan gosok gigi dan kedua lubang hidung jenazah.
9. Membasuh seluruh tubuh si mayat ibu hamil dari tengkuk hingga asisten dan pundak kanan mayat , lanjutkan dengan membasuh bagian dada adegan kanan , dilanjutkan adegan kanan tubuh , dilajutkan ke paha , betis hingga dengan telapak kaki kanan. Beberapa basuhan dicampurkan daun bidara dan sabun atau sampo semoga benar-benar bersih. Dan balik tubuh mayat ibu hamil miring ke kiri , dan basuhlah bagian punggung kanan. Dan dilanjutkan cara yang sama untuk adegan kiri anggota tubuh mayat , dan dimiringkan ke kanan dan dibasuhlah bagian punggung kiri.
10. Kemudian dikembalikan keposisi semula untuk menyirap adegan kiri. Urutannya sama menyerupai memnyiram adegan kanan.
11. siramlah mayat secara berulang hingga merata dan bersih dengan jumlah yng ganjil. Saat menyirami tubuh mayat tutupi lubang-lubang tubuh mayit semoga tidak kemasukan air.
12. Siramkanlah larutan kapur barus atau bisa juga dengan cendana yang wangi.
13. Keringkan rambut mayat dengan handuk kemudian diikat kelabang tiga , 1 sebelah kiri , 1 sebelah kanan , dan satu pada ubun-ubun , dan ketiga-tiga ikatan kelabang ini dilepas ke belakang.
14. Sesudah Anda memandikan mayat ibu hamil maka kering badannya dengan kain semisal handuk.
Catatan penting : Setiap orang yang sudah mengerjakan cara memandikan mayat ibu hamil tidak diperbolehkan membuka atau membuatkan diam-diam atau malu mayit yang dapat merugikannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar